Selasa, 27 Februari 2024

Hallo Bali! (Part 1)

Akhirnya liburan yang sudah kami rencanakan dari 2019 terealisasi juga di 2023, Alhamdulillah :). 


Hallo Bali, kami dataaaaannggg! Perjalanan ke Bali kali ini sudah dipersiapkan dengan matang dari jauh hari karena kami akan berangkat saat liburan sekolah plus liburan akhir tahun. Dengan kondisi yang peak season ini tentunya semua harga kaya tiket pesawat dan penginapan pastilah melonjak.  Suamiku yang memang hobinya buat itinerary dan rajin mantengin web, aplikasi, dll berkaitan dengan akomodasi akhirnya dapet juga harga yang cocok di kantong dengan fasilitas yang memang kami inginkan. Liburan ke Bali akan kami habiskan selama 5 hari dan 4 malem (ngga sampai tahun baru karena kami memang ngga berniat tahun baruan) dengan personil 2 dewasa dan 3 anak. 

#PERSIAPAN

1. Buat itinerary. Ini penting banget karena berkaitan dengan budget dan efisiensi waktu ketika sampai di tempat tujuan. Jangan sampai kita bingung mau pergi ke mana aja dan berujung pada waktu yang terbuang percuma. Itinerary juga bisa meminimalisasi pemborosan biaya atau overbudget karena kita udah memperkirakan post-post biaya yang dikeluarkan selama liburan. Kalau suamiku buatnya sangat detail mulai dari penginapan, tujuan wisata, tempat makan dengan opsi A, B, dst, tempat beli oleh-oleh, alternatif transportasi via darat dan udara, beserta seluruh estimasi biaya akomodasi, konsumsi, dan budget oleh-oleh. Oh ya, penting juga untuk ngecheck rating dan membaca review di maps supaya ngga zonk :D

2. Membuat checklist barang yang akan dibawa.

3. Menyiapkan print out tiket.

4. Menyiapkan pakaian. Jadi H-4 baju yang mau dibawa ngga boleh dipake lagi di rumah. 

5. Fisik. Ini jelas nomer wahid ya. Apalagi kita mau jalan bareng anak-anak jadi semuanya harus fit supaya agenda liburannya lancar.

# KEBERANGKATAN 

Jadwal keberangkatan pukul 05.00 pagi jadi jam 00.30 dini hari kami udah siap-siap berangkat menuju bandara. Anak-anak aku kasih minum air hangat, dipakein jaket, dan kaos kaki supaya ngga kedinginan. Jam 02.00 kita mampir dulu di Richeese Factory buat beli bekal sarapan. Lanjut ke Bandara Soeta. Kami nyampe kira-kira jam 03.00, suami ngedrop aku sama anak-anak sekalian check in, lalu suami nitipin mobilnya di parkiran deket bandara namanya Soewarna. Dari Soewarna ke bandara harus pake kendaraan ya, tapi alhamdulillahnya ada fasilitas shuttle mobil yang bisa anter-jemput ke bandara. Jangan lupa minta kontaknya ya karena kalau mau minta anter atau jemput harus ditelepon pake pulsa reguler bukan whatsapp. Di bandara kita makan bekal dulu, shalat subuh, dan suami juga udah mulai ngontak pihak rental (karena kami sewa mobil di sana) supaya bisa datang sesuai estimasi kedatangan kami. Untuk keberangkatan kami menggunakan maskapai Air Asia, penerbangan on time dan lancar, kami juga sampai tujuan 15 menit lebi cepat dari estimasi. Oh ya, jangan lupa siapkan permen, makanan, atau earphone supaya telinga kita ngga sakit karena tekanan udara. Pengalaman anakku telinganya sangat sensitif, walaupun udah dikasih permen untuk dikunyah tapi dia tetep ngeluh sakit. Berarti next aku harus nyiapin earphone untuk anakku karena ternyata ngunyah dan minum ngga cukup untuk ngilangin dengung di telinganya. 

#Day 1

Sampai bandara serah terima mobil. Alhamdulillah mobil yang kami pesan diupgrade dari yang pesanan awalnya Avanza 2021 tapi karena lagi trouble akhirnya sama pihak rental diganti jadi Innova 2019. Jelas lebih nyaman ya :). Untuk sewa mobil ini ada tambahan biaya 200 ribu untuk anter-jemput pihak rental menemui si penyewa juga harus deposit 500 ribu sebagai jaminan jika ada kerusakan setelah pemakaian. Makanya jangan lupa memvideokan kondisi mobil bersama pihak rental sebelum kita gunakan supaya tahu kondisi awal mobilnya. Jika setelah digunakan tidak ada kerusakan maka deposit tersebut akan dikembalikan beberapa hari setelah berakhirnya waktu sewa.

Dari bandara kami langsung menuju daerah Ubud karena kami sudah pesan penginapan di sana lewat Agoda. Nama penginapannya adalah Adil Villa & Resort. Suasana di Ubud itu tenang, pemandangan bagus, tapi udaranya kering dan puuaanas. Di villa ini aku lihat lebih banyak turis asing daripada lokal. Villa nya juga ngga rame dan ngga berisik. Yang bikin nyaman adalah kolam renang yang dibuat semi private jadi tiap tipe kamar ada kolam renangnya masing-masing. Beda dengan hotel yang kolam renangnya diakses oleh semua penghuni kamar. Kamar kami letaknya di area belakang dengan tipe Room Suite King. Kamarnya luas banget, tempat tidurnya besar dan ada tambahan sofa bednya. Jadi anak-anak bisa tidur di situ. Kamar mandinya juga luas banget dan ada bath tub nya. Viewnya juga cuantik poll karena menghadap langsung ke persawahan. Jaid sambil berenang bisa liat sawah dan pohon yang ijo-ijo makin seger dipandang. Di sini juga bisa akses netflix lho. Biasanya di hotel akses netflix nya ngga tersedia tapi di sini kita bebas nonton netflix hehe. Tapi menu sarapan di sini nggak banyak variasi dan rasanya biasa aja. 



Abis renang kami makan siang di resto Mak Beng. Ini adalah salah satu resto legendaris di Bali. Menu nya ngga banyak dan sudah dibuat per porsi yaitu nasi, ikan laut goreng, dan sup kepala ikan laut. Untuk rasanya seperti ikan goreng pada umumnya aja guys, cuma dengan harga 55 ribu udah dapet sepaket jadi ramah di kantong hehe. Untuk sup kepala ikannya berbumbu dan pedas jadi kalau yang ngga suka pedas terutama untuk anak-anak paling cuma makan ikan gorengnya aja. Yang unik di sup nya ada mentimunnya. Aku pribadi baru pertama kali nyobain mentimun dimasak pake kuah. Ternyata lumayan enak juga timun dikuahin :).

Agenda sore kami pergi ke Desa Penglipuran yang konon dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia. Untuk HTM nya dibedakan antara turis asing dan turis lokal. Udara di desa ini bersih, asri, sejuk, tanaman hijaunya banyak banget. Tekstur tanahnya menanjak gitu ya jadi kalau jalan sampai puncak dan balik lagi ke bawah lumayan juga berasa capeknya apalagi kalau sambil gendong bocil. Sepanjang jalan ada rumah-rumah yang menjual suvenir jadi sambil jalan kita bisa foto-foto di depan tempat-tempat tersebut atau membeli suvenir. Yang bikin agak ambyar adalah kondisi cuaca di Bali yang berubah-ubah, pagi sampai siang hari bisa puuuaanaaas poll dan menjelang sore gerimis sampai hujan deres banget. Nah pas lagi jalan-jalan di sini gerimis agak deres dan kami langsung cepet-cepet aja jalannya, begitu sudah sampai atas, foto-foto, langsung balik lagi ke bawah dan pulang karena mulai hujan deres. 

Dari sini kami udah merencanakan mampir beli makan malam di Halal Ubud Burger. Tapi karena daerah sekitar tempat makan tersebut macet banget karena memang area tempat makan dan tempat belanja terpusat di situ, ditambah hujan deres banget dan nggak ada area parkir akhirnya kami batal beli makan malam di situ dan akhirnya beli Burger Bangor sama Ubi Cilembu aja yang bisa kami jangkau. 


Hari berikutnya di postingan selanjutnya ya guuuys :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar